Minggu, 03 Februari 2008

Wait for me Please (Chotto matte Kudasai)

Ta`aruf dengan teman-teman kemarin membuatku berpikir tentang menunggu. Hampir semua bilang paling nggak suka ”menunggu”. Apalagi tanpa kejelasan. Aku sie gak masalah, meski tentu nggak mau kalo nggak ada kepastian.

Menunggu. Kita pernah mengalaminya. Bahkan hidup ini pada dasarnya hanyalah menunggu. Menunggu pertemuan dengan Sang Kekasih Yang Maha Sempurna. Dia pun sedang menunggu saat yang tepat.

Kita semua menunggu. Apa salahnya?. Jika janji-Nya layak dipercaya dan kepastiannya pun 100% sempurna.

Menunggu adalah kesempatan. Waktu untuk melakukan kebaikan. Saat teman ngaret 1,5 jam berarti kesempatan menunaikan hapalan, membaca 100 halaman, atau berkenalan dengan seseorang di sebelah yang ternyata memiliki kisah yang penuh hikmah. Demikian pula dengan menunggu-Nya. Kita pasti punya cara masing-masing yang unik untuk mengisi waktu^^. Karena hidup sekedar menunggu. Apa salahnya?

Tidak ada komentar: