Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jepang

Pengalaman dan Tips Ujian JLPT N3

Gambar
Akhir tahun lalu saya mengikuti ujian JLPT N3 untuk ketiga kalinya. Meskipun masih gagal untuk kedua kalinya, di kali yang ketiga saya masih belum juga optimis dapat lolos menghadapi soal-soal ujian level intermediate tersebut. Meski demikian apa salahnya tetap dicoba ya. Bagi saya ujian JLPT adalah sarana penyegaran, setelah menjalani peran sebagai ibu rumah tangga yang cenderung monoton. Bahasa Jepang cukup sulit untuk menantang pikiran yang condong tidak terlalu diaktifkan selama mengerjakan pekerjaan domestik. Lulus atau tidaknya bagi saya tidak terlalu penting, meski siapa tahu jika lulus, sertifikatnya bisa dipakai suatu hari.  Buku yang saya pergunakan sebagai acuan dalam ujian kali ini adalah Nihonggo sou matome, baik itu buku vocab, kanji, grammar, reading, dan listening nya. Sebagian saya miliki versi cetaknya dengan membeli di Kinokuniya Jakarta. Sebagian saya peroleh versi pdf-nya di salah satu web "free japanese book". Kini tidak sulit memperoleh buku-buku baha...

Hidangan halal ala Jepang

Gambar
Bicara masakan Jepang, pastikan tanyakan kehalalannya. Saya pribadi baru merasakan masakan daging ala Jepang di Indonesia. Saat di Jepang tahun 2009-2010 sangat sulit menemukan restoran halal di Jepang. Dengar dengar kini Jepang lebih siap dengan wisatawan muslim dan makanan halal, berhubung negri itu akan menjadi tuan rumah olimpiade. Kenapa pertanyakan halal tidaknya. Pertama, saat saya di sana daging di Jepang mayoritas haram. Hanya segelintir daging impor asal Brazil yang berlabel halal. Itupun hanya bisa diperoleh di minimarket Asia. Kedua, bumbu yang digunakan pun tercampur sake (khamr). Bahkan sushi pun kemungkinan nasi nya tak lepas dari Khamr. Ketiga, pengolahan ikan dan daging haram dalam satu minyak. Bisa dibayangkan pencampuran halal dan haram menjadi hidangan apa. Karena itu harus hati-hati ketika hendak mengkonsumsi makanan Jepang. Alhamdulillah di Indonesia ada Majelis Ulama Indonesia. Tinggal mengecek label halalnya, jauh lebih mudah dibandingkan dahulu saya harus mel...

Pengalaman Ujian JLPT N3

Gambar
Alhamdulillah senang sekali bisa dua kali mengikuti ujian JLPT N3, meskipun belum lulus juga 😁. Berhubung bagi saya belajar dan ujian bahasa Jepang adalah hobi, maka lulus tidaknya tetap menyenangkan. Ujian pertama saya nyaris 100% tidak mengerti atau asal menjawab, sementara ujian kedua kalinya Alhamdulillah memahami 50% dari soal ujian. Tahun ini, semoga saja lulus agar bisa melangkah ke level berikutnya امين. Buku yang saya gunakan untuk ujian N3 adalah nihonggo sou matome kanji dan vocabulary yang saya beli di Kinokuniya Jakarta. Sementara versi reading, listening, dan grammar nya saya peroleh online berbentuk pdf. Alhamdulillah berbekal itu saya pun lumayan paham saat ujian yang kedua. Kali ini jelang ujian ketiga, saya menggunakan pula Minna no Nihonggo 1 dan 2. Melanjutkan kembali buku Nihonggo sou matome yang belum selesai dipelajari, dan mengulang yang sudah dibaca. Review dari ujian Desember 2017 lalu, nampaknya saya nyaris 100% tidak menangk...

Pengalaman Ujian JLPT N3

Gambar
Sudah dua kali saya mengikuti ujian JLPT N3. Alhamdulillah, meskipun di ujian yang kedua belum lulus, tetapi hasilnya kian membaik. Sebagai bukan sarjana jurusan bahasa Jepang, hanya sempat belajar level dasar di Universitas Hiroshima, level N3 terasa cukup sulit. Awalnya saya nyaris tidak bisa menjawab apapun di ujian pertama. Namun di ujian yang kedua saya memahami 50% soal ujian, Alhamdulillah. Ujian kedua Desember 2017, saya menggunakan buku-buku rujukan diantaranya: Nihonggo sou matome listening, reading, kanji, grammar, dan vocabulary. Untuk kanji dan vocabulary saya membelinya di kinokuniya Jakarta. Sementara reading, grammar, dan listening saya peroleh bentuk pdf nya dari internet. Saat ini saya kembali mempelajari minna no nihonggo 1 dan 2 sebelum kembali ke nihonggo sou matome. Ternyata baik minna no nihonggo maupun sou matome membahas hal yang serupa. 

Tips Saat Mengunjungi Hiroshima

Gambar
Bagi anda yang berkesempatan mengunjungi kota bersejarah, Hiroshima, saya menyarankan beberapa hal yang patut anda kunjungi dan coba. Langsung saja, berikut ini list nya: 1. Hiroshima Dome/ Genbaku Dome Suatu situs bersejarah yang patut anda kunjungi. Di sana anda akan menemukan museum yang menggambarkan akibat dari bom atom yang dijatuhkan oleh USA pada tahun 1945. Sudah dapat ditebak bahwa ini akan jadi wisata yang amat berkesan, sebab anda dibawa ke masa silam menyaksikan betapa mencekamnya akibat dari bom atom. 2. Miyajima Island Kue Momiji Di sekitar Hiroshima terdapat suatu pulau kecil terpisah bernama Miyajima Island. Disana anda akan menemukan Shrine/kuil Itsukushima yang dibangun di pinggir laut. Anda akan menemukan wisatawan dari berbagai negara di sana. Anda juga akan sering disapa oleh rusa-rusa yang jinak, bertebaran di pinggir pantai. Kue khas yang bisa anda cicipi disana adalah kue Momiji. Bentuknya seperti daun maple (disebut momiji oleh penduduk Jepang)....

Tips Mengkuti Ujian Bahasa Jepang

Bagi pecinta bahasa Jepang, mengikuti ujian bahasa Jepang merupakan hal yang mengasyikkan. Agar pelaksanaan ujian makin menyenangkan, berikut ini hal-hal yang sebaiknya anda lakukan: 1. Datang lebih awal Lebih baik datang terlalu cepat daripada terlambat. Dengan datang ke lokasi ujian lebih awal, anda dapat mencari ruangan ujian anda terlebih dahulu, bersantai, sarapan, dll. Hati tenang, mental pun lebih siap. 2. Menyiapkan perlengkapan ujian Sebelum mengikuti ujian kita melakukan pendaftaran bukan?. Jangan lupa membawa kartu peserta dan pastinya alat tulis yaitu pensil 2B dan penghapus. 3. Bersiap dari jauh-jauh hari Saat sudah berada di lokasi ujian tidak perlu membuka-buka catatan atau buku bahasa Jepang. Santai saja menikmati lingkungan sekitar. Biarkan orang lain sibuk dengan bukunya. Sebab membuka buku dikhawatirkan malah menimbulkan kepanikan dan justru sia-sia belaka sebab otak sudah siap untuk ujian, bukan belajar. Bersiap atau belajarlah dari jauh-jauh hari. 4.Bawa...

Ryoanji, Taman Berbatu

Gambar
Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata taman?. Apakah pohon, dedaunan hijau, disertai bunga?. Di Jepang taman bisa berisi pepohonan dan kolam ikan koi. Tapi tidak selalu begitu. Ada aliran Buddha Zen yang menghadirkan konsep lain mengenai taman. Beberapa kuil menghias tamannya berdasarkan konsep Zen, diantaranya Ginkakuji dan Ryoanji. Kali ini saya hendak membahas taman favorit saya yang berada di Ryoanji. Layaknya kuil lainnya, Ryoanji tidak menampakkan kekuatannya sampai anda masuk ke ke "The Rock Garden". Saat mendengar kata "rock" yang terlintas di kepala saya musik rok yang hingar bingar, ternyata "rock" di sini berarti batu yang jauh sekali dari kebisingan. Dari brosur yang saya peroleh tentang Ryoanji dijelaskan bahwa ukuran taman ini 25 kali 10 meter persegi. Taman tersebut tidak disertai pepohonan; hanya diisi dengan 15 batu dan bebatuan putih yang ditata sedemikian rupa. Dindingnya terbuat dari tanah liat yang dibakar dengan minyak. Ko...

Tips Lulus Ujian Bahasa Jepang Level Dasar

Gambar
Layaknya tes TOEFL pada bahasa Inggris, ada tes JLPT pada bahasa Jepang. JLPT merupakan singkatan dari The Japanese Language Proficiency Test.  ( 日本語能力試験   Nihongo Nōryoku Shiken).  Berhubung saya baru lulus tes level ke 4 maka di sini saya akan berbagi pengalaman agar pembaca bisa melampui level tersebut.   JLPT N4 certificate JLPT terdiri atas 5 level baru sehingga disingkat N (new)-1,2,3,4,5. Level terendah adalah level 5, sementara yang tertinggi adalah level 1. Saya dengar seseorang yang lulus level 1 maka kemampuannya bisa disetarakan dengan orang Jepang. Saya yang baru pemula, baru  melampau level 4. Level 5 dan 4 merupakan level dasar. Untuk lulus level tersebut saya mempelajari bahasa Jepang selama setahun di Universitas Hiroshima. Level 3 merupakan level penghubung antara level 4 dan 2. Dahulu level ini tidak ada, namun karena adanya masukan bahwa dari level 4 ke 3 (jaman dulu) sangat "jomplang" perbedaannya, maka dibuatlah level 3 sebagai jem...

Tentang Jepang yang Saya Rindukan

Gambar
Tinggal di negara Jepang selama satu tahun membuat saya merasakan keterikatan hati dengan negeri empat musim tersebut, khususnya pada kota kecil Saijo, bagian dari Hiroshima. Terkadang saya merindukan beberapa hal dari Jepang. Berikut ini hal-hal yang membuat saya ingin kembali mengunjunginya: 1. Bahasa Jepang Setiap melihat film berbahasa Jepang di TV saya jadi senyum-senyum sendiri. Saya rindu orang-orang Jepang berbicara bahasa Jepang. Rindu kebodohan saya sehingga tidak mampu memahami maksud mereka. Rindu dengan logat mereka dan ekspresi mereka yang seringkali berlebihan saat berbicara. NIhonggo ga sabishii ne. Kagamiyama Koen, taman di dekat universitas Hiroshima 2. Kedamaian Saijo merupakan kota kecil yang dikelilingi gunung. Tak banyak hiburan, sulit tersentuh dunia luar. Saya merasakan kedamaian dalam menjalani kehidupan. Apalagi masalah saya berkenaan dengan Indonesia dan orang-orangnya terasa begitu jauh dan begitu lampau.  3. Teknologi yang canggih ...

Memori Musim Semi

Gambar
Musim semi merupakan musim yang paling saya nantikan. Sebab belum pernah sekalipun saya melihat bunga Sakura di negara saya, Indonesia. Sebelum musim itu tiba, saya melakukan perburuan di dunia maya mengenai lokasi terbaik melihat mekarnya Sakura. Akhirnya saya memutuskan Kyoto sebagai lokasi tujuan saya. Lagipula saya jatuh cinta dengan kota itu saat pertama kali ke sana di musim dingin 2009.  Sakura di Kyoto Saat di Kyoto saya mengunjungi berbagai kuil. Sayangnya justru bukan di kuil-kuil tersebut bunga Sakura mekar dengan indahnya, melainkan di pinggir jalan menuju lokasi wisata. Kyoto di musim semi bagaikan lokasi konferensi internasional. Orang-orang dari berbagai negara nampak berlalu lalang. Mereka pastinya seperti saya, "kepo" dengan indahnya Sakura. Kali ini saya tidak hendak menjelaskan kuil-kuil yang saya kunjungi, maupun bicara tentang Kyoto. Saya hanya ingin mengungkapkan betapa ternyata: Yang terindah ternyata bukan berarti yang terjauh. Justru di ...

Sekilas Memori Tentang Kyoto

Gambar
Beberapa hari lalu film Aishiteru diputar di Kompas TV. Sebuah film tentang hubungan Jepang-Indonesia, masa lalu dan kini. Saya jadi teringat tentang Jepang, khususnya tentang Kyoto dan pecel. Lah apa hubungannya?.  Hari itu musim semi. Saya mengunjungi Kyoto sendiri, berangkat dari Hiroshima hari kemarinnya. Udara masih dingin meski sudah musim gugur. Pagi saya putuskan ke Kiyomizudera, sebuah kuil yang menarik karena jadi lokasi favorit untuk bunuh diri. Kiyomizudera Spring 2010 Celingak-celinguk sana sini, mengagumi arsitekturnya-meski awam perkara rancang bangun, tiba-tiba saya dikejutkan suara dari belakang punggung saya. "Assalamualaikum". Eh, di negara sakura mendengar salam itu ibarat di negara tropis menemukan salju. Ada mungkin, tapi masuk kejadian luar biasa. Terkejut saya jawab salam. Ternyata ibu-ibu yang ramah sekali. Kami mengobrol dengan asiknya. Ternyata beliau asal Jakarta (seingat saya), tinggal di Jepang sudah lama, dan berjualan pecel dan ...

Tentang Jepang yang Membuat Ingin Pulang

Gambar
Jepang merupakan negara maju yang kualitas hidup rakyatnya relatif sejahtera dan mapan. Saat tinggal di sana tahun 2009-2010 saya mencicipi kenikmatan hidup yang serba mudah. Mulai dari transportasi yang nyaman dan tepat waktu, hingga berfoto dengan uang 500yen. Kebersihannya pun luar biasa, belum lagi penataan kota dan desanya. Wah saya kagum sekali dibuatnya. Tapi bukan berarti semua itu membuat saya ingin jadi warga negara Jepang dan betah anteng tidak pulang dari sana. Sebab saya menemukan beberapa hal yang membuat saya ingin lekas pulang ke Indonesia. Hal-hal apa sajakah itu?. Berikut ini saya sebutkan satu persatu: Makanan ringan di Youme Town

Saijo: Kota Kecil Rumahku

Gambar
Saat saya tinggal di Jepang, saya beruntung sekali tinggal di Saijo, Hiroshima. Sebuah kota kecil yang damai dan aman. Kotanya rapih dan terarur, menyediakan cukup hiburan bagi kutu buku macam saya. Banyak mahasiswa Hirodai (Hiroshima Daigaku/ Universitas Hiroshima) yang mengeluhkan betapa tidak asiknya lokasi kampus. Jauh dari pusat hiburan, jauh dari kota besar, membosankan. Tapi bagi saya, kedamaian lebih penting daripada keramaian, jadi Saijo adalah tempat yang sempurna. Di dekat asrama Hirodai ada sebuah taman: Kagamiyama Koen (Taman Kagamiyama). Tempat yang tepat untuk jogging, sebab fasilitas jogging track nya lengkap sekali. Dilengkapi dengan danau dan ikan koinya, serta barisan pohon Sakura yang akan mekar dengan luar biasanya saat musim semi. Berhubung saya malas berolahraga, bukan jogging track tujuan saya, melainkan arena bermain untuk anak-anak. Di sana saya bermain ayunan dan perosotan, tentunya saat anak-anak kecil sedang tidak ada. Hehe Menggalang Dana untung Padan...

Angin Segar Musim Gugur

Gambar
Diantara empat musim di Jepang, musim yang terbaik adalah musim gugur. Angin yang bertiup membahagiakan hati, daun-daun berguguran dan berubah warna menjadi merah, buah kaki matang dan lezat dinikmati. Sekedar jaket tipis pun cukup untuk digunakan di musim gugur, bandingkan dengan berlapis-lapis pakaian saat musim dingin, atau pakaian apapun tetap gerah saat musim panas. Musim gugur adalah musim terbaik. Dibandingkan musim semi?. Tetap musim gugur tak terkalahkan, sebab udaranya mirip dengan di Indonesia. Musim semi masih terlalu dingin bagi saya yang payah dengan dengan udara dingin. Musim Gugur di Universitas Hiroshima Musim gugur adalah saat menikmati buah Kaki. Buah ya, bukan Kaki. Rasanya manis seperti sawo. Enak sekali dikupas dan dipotong kecil untuk dinikmati sembari belajar. Saat berjalan-jalan di kampung dekat asrama Universitas Hiroshima, saya menemukan pohon Kaki. Rupanya tidak terlalu tinggi, juga tidak terlalu rendah. Daunnya berguguran seperti halnya daun-daun l...

Musim Dingin: Tak Seindah Bayangan

Gambar
Beberapa teman HUSA (Hiroshima University Study Abroad) tahu bahwa saya belum pernah melihat salju. Norak ya. Hehe. Walhasil ketika salju pertama tahun 2009 turun di Saijo, Hiroshima, Olle Spoelstra langsung mengirimi saya pesan: "Eka watch out, it`s snowing". Kontan saya lari ke dapur asrama yang jendelanya lebar. Di sana saya dengan noraknya menjulurkan tangan hendak merasakan butiran salju. Ternyata eh ternyata rasanya seperti butiran es di freezer, bedanya butiran di freezer tidak jatuh dari langit. Yaiyyalah.. Salju di Hiroshima Semakin hari salju jadi bagian dari hidup saya, tidak ada lagi wajah antusias, yang tersisa jadi wajah penuh penderitaan karena menahan dingin. Percayalah, suhu dibawah 0 derajat celcius bukan suhu yang menyenangkan. Tapi bila tidak sedingin itu salju tidak akan turun. Saat sensei bertanya, " Eka nani ka hoshi desuka" (Eka kamu ingin apa?). Saya jawab pulang ke rumah. "Doushite" (kenapa?). Saya jawab dengan polos...

Saya dan Orang Jepang

Gambar
Sebelum berangkat ke Jepang saya mendengar banyak hal buruk dan baik tentang orang Jepang. Ada yang bilang mereka itu "dingin", susah diajak berteman oleh orang asing, kecuali sedang mabuk. Seringnya saya mendengar mereka itu disiplin dan tepat waktu. Kalau mendengar yang positifnya sih tidak masalah ya, tapi mendengar yang negatifnya membuat saya cemas saat akan berangkat ke Jepang. Kira-kira saya bisa tidak ya bergaul dengan mereka?. Saya dan Charlie Untungnya saya sama sekali tidak mengalami masalah dalam pergaulan dengan orang Jepang. Beruntung, saya dikeliling oleh Nihonjin (orang jepang) yang baik hati. Pertama tutor saya Manami "Charlie" Nishie, ia membantu saya mengawali hidup di sana, membantu mengisi berkas-berkas berbahasa Jepang yang sumpah saya tidak mengerti bagaimana membaca dan mengisinya (Kemampuan bahasa Jepang saya saat itu payah). Membantu berurusan dengan orang Bank, yang sumpah saya tidak bisa bagaimana bicara dengan mereka. Dan masih ...

Musim Dingin dan Radiasi (bagian II)

Gambar
Teras Hotel Misasa Akhirnya hari yang dinantikan tiba. Kami (saya, Hazama sensei, Eric, Gui, Hwisang, Yee Sin) berangkat dari Hotel Misasa menuju PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) Ningyo Toge. Selama berada di PLTN kami dilarang mengambil foto, kecuali di beberapa tempat saja. Mulanya kami disambut oleh manajer PLTN, lalu kami diberi penjelasan dan pengarahan, baru deh diajak berkeliling. Selanjutnya kami diajak melihat lokasi penambangan uranium. Uranium adalah bahan baku pembuatan energi nuklir. Berbekal alat pelacak radiasi kami mengecek level radiasinya. Semakin ke bawah tanah, semakin besar radiasinya hingga jarum penunjuk radiasi menuju batas maksimum radiasi. Meski demikian, tidak bisa disangkal bahwa uranium adalah bahan tambang yang indah. Ia bersinar kehijauan dalam kondisi yang gelap. Subhanallah. Penjelasan Selanjutnya kami diberi penjelasan mengenai proses pengolahan uranium hingga bisa menjadi energi. Lalu kami diajak ke lokasi pembuangan sampah uranium....

Musim Dingin dan Kelas Radiasi (bagian I)

Gambar
Seperti biasa, aku menggunakan empat lapis pakaian untuk menahan dinginnya musim dingin. Lapis pertama berupa pakaian hangat yang tipis, lapis kedua pakaian tebal, lalu jaket bulu, ditambah dengan jaket bulu yang lebih besar. Dengan usaha yang sedemikian gigih, udara pun mengalah. Sore itu aku beserta Hwisang, Eric, Yee Sin, Gui, dan Hazama Sensei (dosen) berangkat menggunakan mobil milik Universitas Hiroshima. YeeSin yang memiliki SIM internasional menawarkan bantuan menyetir seandainya saja Sensei lelah. Tawaran itu ditolak oleh Sensei, karena mobil pinjaman itu tanggung jawab sensei, maka ia tak berani menyerahkannya disopiri orang lain. Betapa bertanggungjawabnya sensei kami , pengajar mata kuliah “Introduction to Radiation in the Environment ”. Beliau adalah orang yang baik dan sederhana, meskipun sudah bergelar doktor dan sudah dapat dipastikan merupakan seorang ahli d alam bidang radiasi. Sungkan, hampir tidak ada di antara kami bersedia menemani sensei di kursi depan. ...

Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang

Saat saya tinggal di Jepang, saya sempat mengunjungi beberapa tempat wisata. Diantara beberapa tempat tersebut, saya merekomendasikan lokasi-lokasi berikut ini: 1. Kyoto Kalau anda ke Jepang hanya dalam waktu yang sangat singkat, datanglah ke Kyoto. Itu seperti datang ke Indonesia, hanya mengunjungi Jogja. Meski tidak mengelilingi Indonesia, setidaknya anda merasakan budaya Jawa-Indonesia yang cukup kental di sana bukan?. Demikian pula bila anda mengunjungi Kyoto. Anda dapat mengunjungi belasan temple yang indah, menikmati bunga sakura yang luar biasa (saat spring), atau merahnya daun maple (saat autumn). Di sana anda juga dapat menemui orang dari berbagai negara, terutama saat peak season, yang saya alami saat bunga sakura mekar. 2. Tokyo Mengunjungi Tokyo, mirip dengan mengunjungi Jakarta bila anda ke Indonesia. Di sana anda akan menemui kesibukan warga Tokyo yang luar biasa. Di sana anda bisa menemukan berbagai hiburan modern, Toyo Disneyland misalnya. Saya pribadi mewajibkan ...

Ramadhan di Jepang

Sepupu saya akhir-akhir ini bertanya mengenai pengalaman saya menjalani Ramadhan di Jepang. Katanya untuk bahan lomba menulis. Saya jadi tergelitik untuk menulis juga. Ramadhan selalu indah. Bulan dimana kita bisa fokus pada hal lain selain makan dan minum. Menjadi lebih produktif dan semakin dekat dengan Allah swt. Maka di manapun lokasi kita tinggal saat Ramadhan, tidak masalah bukan?. Saya beruntung pernah menikmati bulan Ramadhan di Saijo, Hiroshima. Meskipun tinggal jauh dari suami, saya berusaha untuk tetap menikmatinya. Saat itu bulan Agustus 2010, puncak musim panas. Untungnya perkuliahan sudah selesai sehingga saya bisa banyak berdiam diri di kamar asrama yang mungil. Mengurangi intensitas mengayuh sepeda naik turun gunung. Kebiasaan yang cukup membuat saya jadi kurus/ langsing selama di Jepang. Bicara tentang asrama, asrama di Universitas Hiroshima tidak jauh berbeda dengan asrama di UI. Bedanya kondisi kamar mandi, toilet, dapur lebih baik. Ada ibu-ibu yang rajin membe...