Terkadang aku ingin seperti Ibunda Khadijah yang begitu tajir dan ”berani” melamar Rosulullah saw. All out jiwa raga dan materi demi dakwah dan suami. Terkadang ingin seperti Ibunda Aisyah ra yang ”dimanja” oleh Rosulullah saw. Istri dunia akhirat yang cerdas dan pemberani.
Tapi tidak ingin seperti Rabi`ah Al-Adhawiyah yang dimabuk cinta pada Allah swt, hingga menolak semua pinangan. Bukankah jika kita mencintai, kita akan melakukan apa yang kekasih kita perintahkan?. Bukankah jika ingin membahagiakan kekasih, kita berusaha mewujudkan keinginannya?. Lalu bukankah Allah menginginkan kita menikah? (QS.24:... ). Hm..mungkin aku belum mengenal Rabi`ah Al-Adhawiyah.. Wallahu`alam bishawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar