Postingan

OMAD (one meal a day)

Gambar
  This November I am trying to practice OMAD (one meal a day). Since my weight was gain higher into 60kilos, I`ve decided to choose this method as a solution. After almost a week I feel comfort to this kind of diet and my weight become 58 kilos. However, I used to do intermittent fasting, so this type is just another level of that diet. Maybe I should tell you what is intermittent fasting (IF). This type of diet is the best method for me to brought my 50s kilos back after my second pregnancy. It is the easiest way of diet I think. We just need to fast for some hours (12, 16, 20 or 23 hours) then eating in limited hours in a day. I tried Keto previously, yet I was failed for eating more carbs. I got constipation without fruit, which permit only in limited variation in Keto Diet. Furthermore, it was difficult to sleep while not eating carbs at all. I admire those who have succeeded in this kind of diet, but for me it was so hard to do.  Let`s back to OMAD. Actually this die...

Tiga Puluh Lima Pelajaran Hidup di Usia Tiga Puluh Lima

Gambar
 Tiga bulan menuju ulang tahun saya yang ke 35. Sembari menghitung mundur usia yang semakin berkurang, saya ingin berbagi 35 hal yang saya pelajari selama 35 tahun ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman, khususnya bagi yang berusia lebih muda dibandingkan saya. 1. Belajar angkat beban selain kardio. Senang sekali dengan hadirnya youtube channel Mas Ade Rai yang sangat informatif dan mencerahkan. Rasanya menyesal baru mengenal dunia angkat beban di usia 34 menjelang 35. Kondisi tubuh sepertinya sudah kehilangan banyak otot seiring bertambah usia plus sering kardio pula. Dulu lari di pagi hari 5k sampai 10k jadi kebiasaan harian. Seiring bertambah usia, kardio tidak lagi cukup untuk mengimbangi cepatnya laju berkurangnya massa otot. Alangkah baiknya bila saya tahu lebih awal dan mengawali angkat beban di usia 20an. Dengan angkat beban, tak hanya otot yang meningkat, kepercayaan diri, fokus, mood, semua menjadi lebih stabil dan terkendali. Bonus berat badan turun, tubuh semakin k...

Pengalaman Wisata ke Karawang

Gambar
Alhamdulillah akhirnya setelah tiga bulan lebih terkurung di rumah semasa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kota Depok, akhirnya keluarga Az-Zahra memulai kembali wisata edukasi di masa New Normal (adaptasi kebiasaan baru). Meskipun kondisi tak lagi sama, karena wabah belum berakhir, setidaknya kami bisa kembali menjelajahi bumi Indonesia yang unik di setiap titiknya. Kedua Az-Zahra yang sudah terbiasa diam di rumah juga memaklumi, jika wisata kali ini akan jauh berbeda dan lebih terbatas dibandingkan di masa sebelum wabah covid19. Pertama-tama, kami mementingkan keamanan dan keselamatan. Oleh karenanya, kami merencanakan perjalanan jarak dekat, dengan meminimalisir berada di kerumunan. Kota terdekat yang belum pernah kami kunjungi adalah Karawang, Jawa Barat. Jika menggunakan mobil pribadi kurang lebih dapat dicapai dengan dua jam perjalanan dari Pitara, Depok. Perjalanan sangat lancar, sehingga kami tiba di kota tanpa kendala.  Kesan kami terhadap kota Karawang adalah pa...

Pengalaman Sewa di Depok Jawa Barat

Gambar
Setelah mengalami tiga kali menyewa rumah di kawasan Depok, kali ini saya hendak berbagi pengalaman. Saya harap Anda dapat menemukan hunian sewa yang tepat bagi Anda dan keluarga. Pertama, Kawasan Tanah Baru, Beji Kami pernah menyewa di Grand Putra Mandiri, Tanah Baru. Perumahan cluster dengan satpam yang berjaga dan berkeliling. Sayangnya rumah yang kami tinggali ternyata dibobol maling. Terimakasih pada maling yang sudah mengambil netbook dan smartphone lama saya yang keduanya telah uzur. Karena sempat kemalingan, meski tidak menyimpan harta, kami merasa was-was tinggal di sana sehingga memutuskan pindah di tahun kedua. Rupanya kemalingan adalah hal yang lazim terjadi di kawasan ini. Kawasan sangat padat penduduk karena lokasinya yang strategis, dekat dengan Margonda dan Stasiun Depok Baru serta stasiun Pondok Cina. Kelebihan tinggal di Tanah Baru, Beji diantaranya: 1.          Dekat sekali dengan Jakarta Selatan. Hanya memerlukan 30 menit untuk tib...

Pengalaman Mendaftar Haji

Alhamdulillah hari ini salah satu impian akhir zaman saya terwujud: mendaftar porsi haji. Puji syukur kehadirat Allah swt dan tentunya terimakasih kepada suami tercinta yang membantu saya mewujudkan impian mendaftar haji. Meskipun hari ini (25 November 2019) antrian haji di Serang Banten sudah mencapai 22 tahun, bagi saya yang penting ini ikhtiar menggenapkan rukun islam yang kelima. Jika memang rejeki saya dan suami, tentunya Allah swt akan Memberikan jalan entah bagaimana caranya bisa beribadah di tanah suci. Baiklah, berhubung saya merasakan kurangnya informasi mengenai pendaftaran haji, saya ingin berbagi pengalaman. Karena sepanjang mengurus pendaftaran hari ini, saya bertemu orang-orang yang bertanya bagaimana proses mendaftar haji. Entah bagaimana kebijakan pemerintah Indonesia nantinya, hari ini saya menjalani dua tahap sebelum pada akhirnya memperoleh nomor antrian. Pertama, memperoleh validasi dari Bank Syariah. Saya memilih bank BNI Syariah dan Alhamdulillah sangat...

Belajar dari buku Steve Jobs karya Walter Isaacson

Buku Steve Jobs karya Walter Isaacton terbit pada tahun 2011. Saya membeli buku ini pun sudah bertahun-tahun lalu, namun karena kurangnya minat, buku tersebut tersimpan hingga kertasnya pun menguning. Akhirnya setelah putri kedua saya nyaris berusia 4 tahun, saya pun akhirnya memiliki waktu yang leluasa untuk menyelesaikan buku setebal 728 halaman ini. Kesan saya setelah menyelesaikan biografi sang pendiri Apple tersebut adalah terkesan. Meski bukan penggila komputer, saya sebagaimana banyak orang lainnya tidak bisa lepas dari Android dan Google yang ternyata dibahas pula dalam buku tersebut, sebagai efek dari kemajuan yang dicapai Apple . Saya pribadi hanya sekilas melihat produk premium karya Apple , karenanya bukan produk yang akan saya bicarakan, melainkan pelajaran dari kisah hidup Steve Jobs. Tidak banyak orang yang dapat sukses tanpa sokongan keluarga yang kaya atau terpelajar. Sebut saja Bill Gates yang ternyata didukung dengan kekayaan dan jaringan orang tuanya....

Pengalaman Liburan keluarga ke Garut dan Bandung

Alhamdulillah kami memperoleh kesempatan mengunjungi Garut, sang "Swiss van Java". Konon kabarnya, saking indahnya Charlie Chaplin dahulu rajin mengunjungi kota ini. Hal itu saya rasa tidaklah mengherankan. Di kali pertama kunjungan saya ke Garut, saya telah jatuh cinta dengan pemandangan gunungnya yang spektakuler Masya Allah. Belum lagi udaranya sejuk, layaknya udara musim semi di Jepang.  Kami mengawali perjalanan menuju Depok sejak pukul 3 pagi. Alhamdulillah, perjalanan sangat lancar dari Depok sehingga pukul 8 kurang kami sudah tiba di Kamojang Ecopark. Sempat berhenti untuk sholat subuh dan istirahat di rest area, maka waktu perjalanan bertambah dari 4 jam menjadi 5 jam. Setibanya di Kamojang Ecopark, kami disambut petugas karcis masuk. Biaya masuknya tertulis 13ribu, namun kami dihargai 20ribu per orang dewasa, dengan anak-anak dikecualikan. Sehingga total kami membayar 45 ribu untuk dua tiket dewasa dan biaya parkir. Relatif terjangkau ya dibandingkan wisata d...