Postingan

Tips Mengajar Bimbingan Belajar (II)

Setelah mengajar bimbel alias bimbingan belajar selama hampir setahun, penulis menyimpulkan hal-hal yang diperlukan untuk bertahan mengajar bimbel: 1. Sabar Seperti halnya mengajar baik privat maupun di sekolah, untuk bertahan mengajar bimbel dibutuhkan kesabaran yang tak terbatas. Apalagi di jaman dimana internet dan smartphone menjadi "makanan" sehari-hari siswa-siswi bimbel. Mengajar ditanggapi dengan kecuekan siswa adalah hal yang biasa. Dibandingkan mendengarkan gurunya, siswa memilih asik dengan smartphone mereka. Belum lagi apabila siswa diingatkan, dijawab dengan: "Emang kenapa? suka-suka saya!! kaka kan saya yang bayar!!!". Baiklah, tambahkan lagi kesabaran, sebab bila Anda mengalaminya, Anda tidaklah sendirian. 2. Abaikan Terkadang kita menemukan siswa yang cuek, terkadang siswa yang caper alias cari perhatian. Dua-duanya, abaikan saja. Siswa cuek tidak akan memperhatikan meski Anda membujuk. Siswa caper yang diperhatikan akan menjadi-jadi. Jadi, aba...

Jalan ke Jepang (1)

Bab 1 Dream Come True Suara gagak nyaring terdengar saat aku membuka mataku. Terbangun dalam kondisi masih tidak percaya, aku pun duduk sejenak berpikir. Ya! Kini aku berada di negeri yang bermimpi pun dulu terdengar cukup gila.  Serang, 2005 “Kalau kalian tertarik, ada beasiswa belajar ke Jepang”, guru bimbingan konseling berkata di depan kelas IPS 2 kami. Jepang. Negara dimana Sailormoon tinggal. Wah menarik sekali bila bisa pergi dan belajar di sana. Aku, yang dilahirkan dalam keluarga yang suportif terhadap pendidikan anaknya, boleh bergembira sebab ternyata bapa bersedia mengantarkanku mencari informasi ke Jakarta. Maka kami pun berangkat menuju   gedung Summitmas Tower di jantung kota Jakarta, Jalan   Jendral Sudirman.   Mulanya agak sulit bagi kami menemukan letak gedung Summitmas, namun kesulitan itu terbayar kita kami akhirnya bisamenjejakkan kaki di ruangan 2F, dimana JASSO berada. JASSO yang berarti Japan Student Services Organizat...

Kyoto dan Jogja

Satu hal yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi Jepang adalah mengunjungi Kyoto. Sementara satu kota di Indonesia yang layak dihampiri, selain Bali, adalah Jogjakarta. Keduanya sama-sama kota budaya. Keduanya menawarkan nuansa masa silam berupa candi/ kuil, istana/ kastil, serta objek wisata alam. Setelah membandingkan kedua kota tersebut, penulis ingin memberikan saran pengembangan kota Jogja. Tentu tidak ada maksud selain ingin Jogja menjadi kota wisata yang lebih baik laigi. Berikut ini hal-hal yang perlu dikembangkan di Jogjakarta: Terkait dengan Sarana Transportasi: Dibandingkan kota-kota lain di Indonesia, sarana transportasi penunjang wisata di Jogja sudah cukup maju. Pengunjung bisa menggunakan Trans Jogja untuk berkeliling ke berbagai objek wisata yang ada. Namun akan lebih baik bila TransJogja dilengkapi dengan peta halte-halte pemberhentian yang dipasang di setiap busnya. Seperti yang bisa kita temui di Busway Jakarta. Penulis pribadi mengalami kesulitan membayang...

Menyapih ASI si kecil

Menyapih si kecil bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila si kecil sepenuhnya bergantung pada ASI (tanpa bantuan susu formula). Kesulitan terutama apabila malam tiba, saat si kecil hendak tidur. Namun dengan kesabaran, perlahan si kecil terbiasa dan menjadi tambah lahap menyantap makanan dan menyeruput susu lainnya, sebagai kompensasi tidak menyusu ASI. Berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk menyapih si kecil: 1. Sedia persediaan makanan dan minuman Sebagai pelarian dari kebiasaan menyusu, si kecil perlu diberi "kesibukan" berupa mengunyah makanan mulai dari nasi, hingga camilan seperti agar-agar dan buah pepaya. Perlu juga disediakan susu kotak dan susu formula sebagai pengganti ASI. 2. Ajak bermain Kesibukan membantu si kecil melupakan kebiasaanyanya menyusu. Si kecil akan lupa dengan sendirinya apabila diajak bermain di luar rumah. Menjumpai teman-temannya. Atau bermain di dalam rumah bersama ayah dan saudara-saudaranya. 3. Modifikasi puting Gunakan plester un...

Tips Jalan-jalan di Jepang

Adalah hal yang menyenangkan, berjalan-jalan di negeri sakura. Berdasarkan pengalaman penulis, berikut ini tips-tipsnya: 1. Browsing sebanyak mungkin informasi Ada begitu banyak tempat-tempat yang menarik di Jepang. Anda dapat menemukan yang pas bagi Anda melalui panduan situs www.japanguide.com . Saya pribadi menyukai wisata ke tempat-tempat tradisional di Jepang, misalnya saja Kiyomizudera di Kyoto. 2.Siapkan pakaian sesuai musim Musim panas di Jepang sangat panas dibandingkan di Indonesia. Meskipun suhu udaranya tidak jauh berbeda, Anda tidak bisa merasakan hembusan angin saat itu. Akibatnya tubuh terasa sangat lengket. Tentu kemeja bukan pakaian yang pas bagi Anda. Sementara saat musim dingin, udara dapat mencapai suhu -4 derajat celcius atau kurang dari itu. Hati-hati Anda dapat menggigil kedinginan tanpa pakaian dengan ketebalan yang memadai. Musim semi relatif dingin dibandingkan di Indonesia. Seperti suhu udara di Puncak Bogor. Sementara musim gugur, udara sempurna menur...

Tips Mengajar Bimbingan Belajar

Gambar
Mengajar siswa-siswi bimbingan belajar merupakan hal yang menantang. Apalagi jika Anda diminta untuk mengajar mulai level SD hingga SMA. Masing-masing level memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Khusus level SD, pelajaran yang diajarkan memang tidak sesulit level-level di atasnya. Namun pada level ini Anda dituntut untuk menjadi pengajar yang kreatif. Kreatif khususnya dalam menyampaikan materi dengan menyenangkan dan menarik bagi anak-anak usia 10 s.d. 12 tahun. Tips mengajar pada level ini diantaranya,: 1. Selalu siapkan game/ permainan yang sesuai dengan materi yang Anda sampaikan. Rentang atensi/ perhatian mereka sangat singkat. Mereka mudah bosan dan gemar mengobrol dengan teman-temannya. Bukan hal yang aneh bila anda sebagai pengajar seringkali diabaikan bila Anda terus menyampaikan materi, tanpa disisipi metode lain. 2. Ciptakan kompetisi. Siswa SD senang dengan kompetisi, baik itu berupa pemberian bintang bagi yang dapat menjawab, atau bagaimana menjadi tim dengan nilai t...

Tips Sebelum Berangkat ke Jepang

Gambar
Bagi Anda yang baru pertama kali pergi ke Jepang, tentu perlu persiapan tersendiri supaya kunjungan Anda ke negeri Sakura jadi kunjungan yang menyenangkan. Berikut tips agar Anda siap berpetualang di negeri matahari terbit: 1. Bahasa Jepang Apabila Anda mahir berbahasa Jepang, perjalanan Anda akan jadi lebih mudah. Anda bisa menemukan berbagai petunjuk berupa tulisan dan peta selama perjalanan. Anda juga dapat bertanya pada orang-orang Jepang yang Anda temui, apabila Anda tersesat. Menurut pengalaman saya, orang-orang Jepang akan menunjukkan arah dengan ramah dan senang pada orang asing. Lain halnya apabila Anda tidak mahir berbahasa Jepang. Anda akan menemukan kesulitan membaca petunjuk jalan berupa huruf kanji di berbagai tempat. Namun jangan berkecil hati, penulis yang tidak pandai berbahasa Jepang pun bisa berkeliling Jepang sendirian. Asalkan sebelum perjalanan Anda mencari informasi sebanyak mungkin, baik melalui media internet maupun buku petunjuk perjalanan, maka kendala ...