Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2008

Kado milad 21 tahun

Rasanya seperti membuang kotoran dalam tubuh. Melegakan dan membebaskan. Sayang sekali tidak dilakukan dari dahulu. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan? Kurang lebih seminggu sebelum tanggal 18 Mei bilang “Love, please teach me how to forgive”. Hari demi hari berlalu hingga suatu hari aku mendengarkan sesi psikologi di sebuah stasiun radio. Saat itu seorang Ibu berusia 47 tahun menelpon. Ia curhat tentang ketidakmampuannya melupakan masa lalu, meski kini telah berkeluarga dan beranak dua. Ketika ditanyakan apa sudah memaafkan. Ia bilang “memaafkan sih sudah tapi…”. Eh, narasumbernya marah-marah. Beliau bilang, si Ibu belum memaafkan dengan sunguh-sungguh. Aneh juga sih ada orang curhat dimarahi, tapi apa yang diucapkan narasumber itu setelahnya sangat logis. Ngapain memebebani diri dengan sesuatu di masa lalu. Menyusahkan diri sendiri dengan membawa-bawa luka dan kekecewaan seumur hidup. Sementara kita punya pilihan untuk melepaskan semua itu. Berkat pembicaraan ...

Ibunda Khadijah

Alhamdulillah kemarin menghadiri seminar "Analisis Kepribadian Siti Khadijah" di Gd.H Fakultas Psikologi UI. Pembicaranya Mba Dini. Rasanya udah lama nggek mendengar presentasi yang menggetarkan. Akhir-akhir ini semua bernada kuliah yang informatif bukan persuasif apalagi bernuansa transenden. Ya, Alhamdulillah getaran itu hadir lagi ketika mendengar betapa luar biasanya seorang wanita bernama Khadijah binti Khuwalaid. Beliau satu-satunya wanita yang dititipi salam melalui Muhammad SAW oleh Malaikat Jibril dan Allah swt. Beliau satu-satunya wanita yang dicintai dan dikenang selamanya oleh Rosulullah saw. Bahkan Ibunda Aisyah yang paling dicintai diantara istri-istri lain pun cemburu padanya (yang sudah lama tiada). Kenapa Ibunda Khadijah begitu istimewa di hati Rosul?. Kenapa perempuan ini, dibandingkan perempuan-perempuan lain di sekitar Rosul?. Jawabannya terletak pada virtues, signature strengths (Seligman) yang beliau miliki. Sifat-sifat dan karakter beliau begitu terpuji...

koran akhir2 ini

Baca koran bikin serem aja. mulai dari harga BBM yang mau naek, Israel yang mau ngadain milad di negri jajahan, ampe korupsi yang gak beres2. bingung, apaaa ya yang bisa aku lakuin?. Kalo kata Seligman mah, "learned helplessness". waduh jangan dung!!. Biar kata negri ini acak2an, bukan brati pesimis trus nambahin biar tambah berantakan. cepat atau lambat negri ini bakal madani!. InsyaAllah... pelan2 tapi pasti. Kontribusi?. Hm, sementara ini lulus S1 dulu nyambi organisasi..trus lakuin "sesuatu". haha "sesuatu"nya masih abstrak sekaleee kalaupun besok kiamat, Rosulullah SAW bersabda: tanamlah sebiji kurma yang kamu temukan (maaph lupa hadist riwayat siapa). Biar kaya pa juga, setidaknya nyumbang apalah gitu sebelum "pulang"--kembali pada Allah.

Kenapa Merokok?

Menjadi perokok berat merupakan hasil dari proses eksperimen yang umumnya dimulai sejak masa remaja. Mula-mula individu mencoba merokok, merasakan tekanan rekan sebaya untuk merokok, dan mengembangkan sikap tentang seperti apa seorang perokok. Setelah melalui proses-proses tersebut, barulah individu menentukan apakah akan terus mengkonsumsi nikotin atau tidak. Dalam proses tersebut peran teman sebaya menjadi penting mengingat akan tahapan perkembangan remaja yang menitikberatkan pada penerimaan dari rekan sebaya. Berbagai faktor meliputi fisiologis, psikologis, dan faktor-faktor sosial menjadi alasan seseorang menjadi perokok (Lichtensein & Glasgow dalam Taylor, 1999). Faktor-faktor tersebut menentukan apakah seorang remaja memulai merokok. Berikut ini faktor-faktor yang menentukan apakah seorang remaja mulai merokok: a. Faktor biologis Secara biologis, masing-masing orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap konsumsi rokok.Beberapa tidak kecanduan, lainnya terstimulasi atau malah...

Cinta

CintaMu selalu membuatku tak mampu berkata-kata CandaMu selalu membuatku merasa tak ada masalah apa-apa pelukMu selalu membuatku lupa akan dunia Cinta sungguh tak ada kata yang layak karena Kamu begitu (Maha) Sempurna