Kado milad 21 tahun
Rasanya seperti membuang kotoran dalam tubuh. Melegakan dan membebaskan. Sayang sekali tidak dilakukan dari dahulu. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan? Kurang lebih seminggu sebelum tanggal 18 Mei bilang “Love, please teach me how to forgive”. Hari demi hari berlalu hingga suatu hari aku mendengarkan sesi psikologi di sebuah stasiun radio. Saat itu seorang Ibu berusia 47 tahun menelpon. Ia curhat tentang ketidakmampuannya melupakan masa lalu, meski kini telah berkeluarga dan beranak dua. Ketika ditanyakan apa sudah memaafkan. Ia bilang “memaafkan sih sudah tapi…”. Eh, narasumbernya marah-marah. Beliau bilang, si Ibu belum memaafkan dengan sunguh-sungguh. Aneh juga sih ada orang curhat dimarahi, tapi apa yang diucapkan narasumber itu setelahnya sangat logis. Ngapain memebebani diri dengan sesuatu di masa lalu. Menyusahkan diri sendiri dengan membawa-bawa luka dan kekecewaan seumur hidup. Sementara kita punya pilihan untuk melepaskan semua itu. Berkat pembicaraan ...