Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Rezeki Anak dan Bunda

Gambar
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan ...

Pengalaman Persalinan kedua

Gambar
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu QS 19 Maryam: 16. Alhamdulillah proses persalinan kedua malam ini berlangsung dengan persalinan normal dan lancar. Sama dengan persalinan pertama yaitu berlangsung selama 6 jam lamanya. Dengan senang hati saya ingin berbagi pengalaman agar bunda sekalian bisa juga melalui proses melahirkan secara normal dan cepat. Amin. Dengan melahirkan normal tentunya kita akan berjumpa dengan rasa mulas kontrak...

Putri kedua

Gambar
Alhamdulillah putri kedua kami "Sofia Maryam AzZahra" lahir malam ini pukul 00.30 dengan persalinan normal dan lancar. Tak terkira rasa syukur kami atas kelahiran putri kami ini. Saya sebagai bunda nya betul-betul berharap bisa melahirkan dengan normal dan lancar, A lhamdulillah ternyata terwujud berkat kasih sayang dan pertolongan Allah swt. Mulai mulas pukul 19.00, ke rumah sakit Krakatau Medika pukul 21.00 dan Alhamdulillah pukul 00.30 sudah melahirkan. Cepat bukan? Betul betul puji syukur kepada Allah swt. Jika pertama saya takjub akan cepatnya proses persalinan, kedua saya takjub dengan bayi saya yang akhirnya lahir setelah masa mengandung selama 39 minggu. Sempat harap-harap cemas dan stres karena mulas tak kunjung datang, akhirnya datang juga saatnya putri kami hadir ke dunia. Bahagianya melihat putri kedua saya yang nampaknya mirip dengan kaka nya. Ketiga saya bersyukur sekali dikaruniai seorang putri lagi. Karena saya berpegang pada hadist yang mengatakan bahwa dua...

Menjelang Persalinan

Gambar
Alhamdulillah sudah melampaui minggu ke38 dan sehari lagi tepat masuk ke kehamilan 39 minggu. Awalnya saya panik karena sebentar lagi akan berjumpa dengan HPL (hari perkiraan lahiran) tanggal 21 Oktober 2015. Panik karena saya khawatir divonis caesar oleh dokter kandungan saya. Dan saya bertekad bagaimanapun ingin tetap bisa melahirkan secara normal seperti persalinan saya yang pertama. Alhamdulillah saya menemukan artikel curahan hati pengalaman melahirkan di minggu ke 42 bahkan lebih. Ternyata betul bahwa janin kita memiliki waktunya sendiri untuk lahir ke dunia. Tak peduli apapun sudah dilakukan bunda nya, tetap saja ia tidak keluar bila belum waktunya. Berbagai aktivitas saya lakukan mengikuti tips tips melahirkan yang beredar di internet. Mulai jalan pagi hingga satu jam perhari, makan kare ayam, berhubungan, tetap aktif bergerak (melakukan beragam kegiatan rumah tangga & mengurus anak), tetapi tetap saja kontraksi yang ditunggu tidak kunjung datang. Yang ada hanyalah kontra...

Aktivitas HS Az Zahra

Gambar
Kegiatan HS akhir pekan biasanya libur karena Zahra ikut kami jalan jalan, kondangan, atau bermain di taman bermain anak. Kali ini iseng iseng kami mengerjakan aktivitas di majalah Mombi yaitu membuat tempat pensil burung hantu. Bunda mendapat bagian menggunting, ayah melipat, dan zahra mengisolasi. Berhubung sudah siap bentuk, pembuatannya mudah dan cepat. Zahra pun senang sekali dengan hasilnya. Ia memainkan burung hantu dengan menerbangkan dan mengisi suara seolah olah seperti mengobrol. Sementara Zahra asik sendiri dengan burung hantu barunya, bunda mengisi blog, dan ayah menjemur baju. Hehe

Menanti Persalinan

Gambar
Memasuki minggu ke37 hampir ke38, saya insyaallah sudah siap menghadapi proses persalinan. Dibanding yang pertama, tentu yang kedua lebih berpengalaman, sehingga sudah terbayang apa yang akan terjadi. Apalagi bulan lalu saya sudah merasakan dirawat lantaran transfusi darah. Jadi makin terbayang kondisi ruang rawat dan rumah sakit tempat saya akan melahirkan insyaAllah. Saya sadar betul bahwa terlepas dari kecanggihan dunia kesehatan saat ini, risiko dalam melahirkan tidak bisa diharapkan 100% pasti selamat. Dokter dan ahli medis hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, namun takdir Allah swt yang Menentukan. Oleh karenanya dalam melangkah menuju persalinan kali ini saya memasrahkan hidup dan mati pada Allah swt. Saya juga memohon maaf pada seluruh rekan rekan maupun siapa saja yang pernah saya zalimi maupun pernah sakit hati akibat perilaku dan ucapan saya selama saya hidup. Jika saya pernah berhutang dan terlupa, silahkan menghubungi saya atau suami saya Angga Darmawan, guna menuntask...